Pembukaan Asean Paragames Indonesia 2011, SOLO

Posted on Updated on


VIVAnews - Wakil Presiden Boediono membuka resmi penyelanggaraan ASEAN ParaGames (APG) VI 2011 di Stadion Manahan Solo, Kamis, 15 Desember 2011 malam.

Prosesi pembukaan tersebut ditandai dengan penyalaan obor api oleh Memet Lesmana, atlet difabel peraih medali emas pada cabang olahraga lari di Paralympic 1988 di Amerika Serikat.

Rangkaian prosesi pembukaan diawali dengan peluncuran logo dan maskot APG, Modo dan Modi. Setelah itu acara dilanjutkan dengan parade kontingen atlet dari 11 negara peserta APG.

Meskipun gerimis, prosesi acara pembukaan tetap berjalan dengan lancar dan meriah. Bahkan, iring-iringan kontingen juga tidak mempedulikan gerimis yang turun di sekitar Solo dan sekitarnya.

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo dalam sambutannya mengatakan dipilihnya Solo menjadi tuan rumah penyelenggaraan ASEAN ParaGames karena Solo pernah menjadi tuan rumah penyelenggaraan PON pertama kali di Indonesia.

“Selain itu Solo juga menjadi tempat tuan rumah penyelanggaraan ParaGames pertama kali di Indonesia,” kata dia.

Kesuksesan penyelenggaraan APG di Solo akan ikut memajukan perkembangan daerah itu sendiri. Selain itu, tujuan penyelenggaraan APG adalah untuk mempererat hubungan antar negara anggota ASEAN.

Sedangkan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng mengatakan bahwa Solo  siap gelar APG dengan sebaik-baiknya. “Masyakarat Solo sangat antusias menyambut penyelanggaraan ini. Masyarakat Solo juga terlihat sangat bangga,” katanya.

Sementara itu, Wapres Boediono dalam sambutannya mengatakan  kedatangan para atlet tidak hanya bertanding bersama tetapi juga merayakan nilai-nilai kemanusiaan yang sangat mulia.

Lebih lanjut ia menjelaskan, nilai kemanusiaan pertama adalah nilai persaudaraan. Yang mana kekerabatan yang terjalin diantara  bangsa-bangsa serumpun di Asia Tenggara ini telah terjalin sejak 44 tahun silam.

Dia melanjutkan, nilai kemanusiaan yang kedua adalah semangat hidup serta tekad yang kuat mengingat para atlet yang bertanding adalah kalangan difabel yang pantang menyerah dalam berbagai keadaan.

“Saya yakin masing-masing individu ini bisa berjuang semaksimal mungkin. Saya salut dan menaruh harapan yang tinggi terhadap pencapaian mereka,” tegasnya.

Kemudian, wapres menyebutkan bahwa nilai kemanusiaan ketiga adalah kejujuran dan sportivitas selama delapan hari ke depan untuk berkompetisi dalam ajang ini dengan menjujung tinggi semua peraturan yang ada.

Setelah pembacaan sambutan wapres selesai, selanjutnya prosesi diteruskan dengan penyalaan obor api yang dilakukan oleh mantan atlet peraih medali emas cabang olahraga lari di Paralympic di Amerika Serikat. Sebelumnya, obor tersebut diserahkan oleh atlit panjat tebing tuna daksa, Sabar Ghorky yang beberapa berhasil mendaki puncak Gunung Elbrus dan Kilimanjaro.

Setelah obor menyala, rangkaian acara dilanjutkan dengan menampilkan berbagai hiburan seperti tari kolokas yang bertajuk Campursari Nusantara karya koreografer Deni Malik. Selain itu jug tampil penyanyi Joy Tobing yang menyanyikan salah satu lagu karya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Acara pembukaaan APG yang dihadiri ribuan tamu undangan dan masyarakat umum tersebut diakhiri dengan pesta kembang api yang berhasil menghiasi langit di sekitar Stadion Manahan Solo.


source : VIVAnews.com

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s